Jumat, 18 Juli 2014

Angel


Aku mengenalnya dengan panggilan Angel.
Usianya sekitar 38 tahun.
Aku memang tidak tahu pasti kapan ia dilahirkan. Nama lengkapnya saja aku masih ragu. Apakah benar itu namanya. Yang pasti, namanya tidak seperti yang aku panggil sekarang.
Aku pun tidak terlalu mengenalnya. Apa lagu kesukaannya, apa buku favoritnya, kapan pertama kali ia bertemu dengan pujaan hatinya, atau bahkan kapan ia bersatu dengan pasangan hidupnya.
Tapi, aku tau. Dia tau pasti, kapan aku hadir di bumi ini.
***
Dulu, aku selalu bersama-sama dengannya. Hingga aku pandai baca-tulis dan shalat sendiri. Tapi untuk alasan yang kurang aku mengerti saat itu, ia pergi. Angel meninggalkanku. Tapi apapun itu, aku tau, Angel memiliki alasan untuk pergi.
Saat Angel pergi, aku selalu berusaha untuk menjemputnya kembali. Aku membujuknya. Dan Angel menolak, usahaku berujung sia-sia. Sampai sekarang, sudah Delapan tahun aku tidak bersamanya. Angel tak pernah kembali. Untukku dan semua kenangan yang pernah ada.
Sekarang, hampir separuh dari umurku.
Angel. Dulu tak jarang dia menjewer telingaku, atau bahkan pusarku hanya sekadar menyuruhku untuk mandi. Terkadang ia memang menakutkan.
Tapi Angel, ia akan memelukku dan sangat bangga kepadaku ketika aku juara kelas.
Aku tau, Angel tidak mau aku sama seperti dirinya.
***
Angel. Aku sekarang sudah 20 tahun. Usiaku sudah separuh usianya. Walaupun mungkin tubuhku lebih tinggi dari dirinya untuk tubuhku yang dikategorikan rendah, tapi di mataku Angel jauh lebih tinggi dibanding aku. Di mataku Angel sangat tinggi.
Angel. Terkadang aku memang rindu pelukannya.
Aku memang haus kasih sejak aku beranjak dewasa dulu. Sejak dia pergi bersama senja sendu waktu itu. Angel, sangat lama rasanya ia tidak melakukan itu, berbeda ketika aku belum pandai baca-tulis, untuk apa jadi juara kelas dan shalat sendiri tempo dulu.
Tapi sekarang aku sadar. Bukan angel yang harus memelukku, tapi aku yang harus memeluknya. Dan bukan Angel yang harus menghapalkan tanggal-tanggalnya untukku, tapi aku yang harus memberikan tanggal, waktu-waktu penting nan berharga dan bersejarah baginya. Seperti aku juara kelas dulu.
Mungkin itulah harapan terbesar Angel. Dan aku akan berusaha untuk merubah harapannya menjadi nyata.
 *Love Angel

Tidak ada komentar:

Posting Komentar